Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

Amalan Supaya Terhindar dari Musibah Saat diPerjalanan

Beberapa waktu lalu Indonesia dirundung duka dengan peristiwa Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan kepulauan seribu. Tragedi tersebut tidak hanya menjadi kabar duka bagi kelurga penumpang, akan tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia.


Adanya tragedi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 tersebut tak hanya meninggalkan luka bagi rakyat Indonesia. Beberapa orang juga mengalami ketakutan bahkan trauma untuk melakukan perjalanan jauh, terlebih naik pesawat.

Inilah 5 amalan agar terhindar dari musibah saat di perjalanan/safar:


1. Memperbanyak Shodaqoh

Amalan yang pertama supaya mendapatkan keselamatan dan perlindungan dari Allah saat berada di perjalanan adalah dengan memperbanyak shodaqoh. Shodaqoh tersebut dapat diberikan sebelum melakukan perjalanan, setelah melakukan perjalanan, atau ketika dalam perjalanan.


Mengapa demikian? Sebab selain dapat menambah keberkahan rizki, shodaqoh juga memiliki keutamaan lain yaitu dapat menolak bala’. Oleh sebab itu jika seseorang ingin terhindar dari bala dan musibah, maka senantiasa memperbanyak shodaqoh.


Dalam sebuah Hadits Shohih Rasulullah SAW bersabda:


وقال صلى الله عليه وسلم: {الصَّدَقَةُ تَرُدُّ البَلاَء وَتُطَوِّلُ العُمْرَ


Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda: “Sedekah itu menolak bala dan memanjangkan umur”.


Dalam Hadits lain Rasulullah bersabda yang artinya:


“Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah. Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah. Obatilah penyakitmu dengan sedekah. Sedekah itu sesuatu yang ajaib. Sedekah menolak 70 macam bala dan bencana, dan yang paling ringan adalah penyakit kusta” (HR: Thabrani)


2. Memperbanyak Membaca Sholawat

Salah satu cara agar senantiasa mendapatkan perlindungan dari Allah adalah dengan memperbanyak membaca sholawat. Sholawat adalah doa keselamatan yang dibaca oleh umat muslim yang diperuntukkan kepada Rasulullah Muhammad SAW.

Jika seorang muslim ingin terhindar dari musibah terutama ketika berada dalam perjalanan, maka hendaknya meperbanyak membaca sholawat. Sebab ketika seorang muslim membaca sholawat satu kali, maka Allah akan membalas dengan 10x sholawat (doa keselamatan) untuk pembacanya.

Rasulullah SAW bersabda:


عَنْ عَبْدِاللهِ بْنِ عَمْرٍو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا اَنَّهُ سَمِعَ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا رواه مسلم.

“Barang siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali.” (HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i).


3. Membaca Doa Sebelum Berpergian

Bila seorang muslim ingin mendapatkan perlindungan dan keselamatan ketika dalam perjalanannya, maka hendaklah membaca doa setiap akan berpergian.

Berikut doa agar selalu dilindungi dalam perjalanan:


بِسْمِ اللَّهِ ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ ، وَلا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّه

“Bismilaahi tawakkaltu ‘alallahi wa laa hawla wa laa quwwata illaa billaahi”


Yang artinya “Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, Tiada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan Allah"

Kemudian dilanjutkan dengan doa berikut:


اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِعَنَّابُعْدَهُ اَللّٰهُمَّ اَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِوَالْخَلِيْفَةُفِى الْاَهْلِ

Allohumma hawwin ‘alainaa safaranaa hadzaa waatwi ‘annaa bu’dahu. Allohumma antashookhibu fiissafari walkholiifatu fiil ahli


Artinya: “Ya Allah, mudahkanlah kami berpergian ini, dan dekatkanlah kejauhannya. Ya Allah yang menemani dalam berpergian, dan Engkau pula yang melindungi keluarga”.


4. Berdzikir

Dzikir berasal dari Bahasa Arab Dzakaro yang berarti mengingat. Secara terminologi Dzikir berarti mengingat Allah secara lisan, hati, maupun perbuatan. Dzikir memiliki beberapa keutamaan diantaranya adalah mendekatkan diri kepada Allah serta senantiasa mendapatkan perlindungan dari Allah.

Sehingga jika seseorang muslim berada dalam perjalanan, maka perbanyaklah berdzikir kepada Allah, agar terhindar dari musibah dan mendapatkan keselamatan serta perlindungan.


5. Sholat Sunnah Tolak Bala’

Sholat Sunnah Tolak Bala’ merupakan salah satu sholat hajat yang bertujuan untuk meminta perlindungan dari Bala atau musibah. Sholat Tolak Bala disebut juga Sholat Lidaf’il Bala. Sholat sunnah ini bisa dikerjakan kapan saja dan tidak terikat oleh waktu seperti sholat tahajut dan sholat dzuha.

Sebelum melakukan perjalanan jauh atau hendak menaiki kendaraan seperti kapal atau pesawat, maka hendaknya seorang muslim menyempatkan untuk mengerjakan Sholat Lidaf’il Bala. Tujuannya adalah agar terhindar dari Bala dan selalu berada dalam lindungan Allah.

Berikut Niat, Tata Cara, dan Doa Sholat Lidaf’il Bala:


NIAT:

اُصَلِّي سُنَّةً لِدَفْعِ الْبَلاَءِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatan Lidaf’il Balai rok’ataini lillahi ta’ala

Artinya :

Saya sholat sunnah untuk tolak bala dua rakaat karena Allah.


TATA CARA SHOLAT LIDAF’IL BALA:

1. Niat

2. Takbiratul Ihram

3. Membaca doa Iftitah

4. Membaca Fatihah

5. Membaca Surat Al-Kautsar 17x

6. Rukuk

7. I’tidal

8. Sujud pertama

9. Duduk diantara dua sujud

10. Sujud kedua

11. Berdiri Rakaat kedua

12. Membaca fatihah

13. Membaca Surat Al-Ikhlas 5x

14. Rukuk

15. I’tidal

16. Sujud pertama

17. Duduk diantara dua sujud

18. Sujud kedua

19. Duduk Tahiyat Akhir

20. Salam


DOA SHOLAT LIDAF’IL BALA:

Doa berikut dibaca setelah melaksanakan sholat Lidaf’il Bala’


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمْ يَاشَدِيْدُالْقُوَّى وَيَاشَدِيْدَالْمِحَالِ اّللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوذُبِكَ بِكَلِمَتِكَ التَّّآمَّاتِ كُلِّهَا مِنَ الرِّيحِ الْاَحْمَرِ وَمِنَ

الدَّاءِ الْاَكْبَرِ فِي النَّفْسِ وَالدَّمِّ وَاللَّحْمِ وَالْعُظْمِ وَالْْجُلُوْدِ وَالْعُرُوقِ سُبْحَانَكَ إِذَاقَضَيْتَ اَمْرًا أَنْتَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونَ , اَللهُ اَكْبَرْ

اَللهُ اَكْبَرْ اَللهُ اَكْبَرْ برحمتك يآارحم الرّا حمين

BISMILLAHIRAHMANIRAHIM YAA SYAHIDUL QUWWA WA YA SYAHIDAL MIKHALI ALLAHUMMA INNI A’UDZUBIKA BIKALIMATIKAT TAAMMATI KULLIHA MINARRIHIL AKHMARI, WA MINAD-DAAI AL-AKBARI FII NAFSI, WA DAMI, WAL LAHMI, WAL UDZMI, WAL JULUUDI, WAL ‘URUUQI, SUBHANAKA IDZA QODZAITA AMRON ANTAQUULA LAHU KUN FAYAKUN, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, BIRAHMATIKA YA ARKHAMAR RAKHIMIIN.


Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dengan kalimat-Mu yang sempurna dari angin merah dan penyakit yang besar di jiwa, daging, tulang dan urat. Maha Suci Engkau apabila memutuskan sesuatu hanyalah berkata kepadanya, “Jadilah” maka “jadilah ia”. Dengan rahmat Mu wahai sebaik-baiknya Dzat yang Penyayang.


Demikian amalan agar terhindar dari Bala dan musibah saat diperjalanan. Pada dasarnya segala sesuatu telah digariskan oleh Allah dan terjadi karena kehendaknya. Oleh sebab itu manusia hanya mampu berikhtiar melakukan amalan dan menyerahkan segalanya kepada Allah SWT.


BACA JUGA :

Share:

Cara Mudah Memasang Karpet Tile

Karpet tile merupakan karpet berbentuk persegi dengan ukuran rata-rata 50cm x 50cm, 61cm x 61cm dan 100cm x 100cm. Motifnya yang beragam dengan warna yang bermacam-macam pula membuat karpet tile mudah dikreasikan. Anda bisa mengaturnya sesuai dengan karakter rumah dan pribadi Anda. Cara memasangnya pun berbeda dengan pemasangan karpet roll yang harus menggunakan lapisan underlayer karena karpet tile telah memilikinya. Namun, Anda tidak perlu khawatir, jika ingin mencoba memasangnya sendiri di rumah, berikut cara memasang karpet tile yang bisa Anda ikuti.

Ada beberapa cara memasang karpet tile yakni dengan cara di lem menggunakan lem khusus dan tidak menggunakan lem. Penggunaan lem digunakan pada karpet tile Hanya di bagian-bagian tertentu saja, sehingga memungkinkan karpet tile tidak bergerak dari posisi awal. Selain perbedaan penggunaan lem atau tidak, cara memasang karpet tile secara keseluruhan adalah sebagai berikut.


  • Periksalah kondisi lantai
hal ini sangatlah penting untuk menentukan hasil akhir dari pemasangan karpet tile. Permukaan lantai yang pecah-pecah tidak memungkinkan hasil yang sempurna dan akan menghasilkan karpet yang terpasang terlihat bergelombang.

  • Tentukan pola karpet
Apa jadinya jika karpet yang kita pasang tidak membentuk pola yang kita harapkan bahkan terlihat berantakan. Maka dari itu bentuk pola lah karpet yang ingin dipasang dengan memulai meletakkan karpet satu per satu dari tepi maupun tengah. dan jangan lupa untuk memperhatikan bagian sudut ruangan, lakukan sampai anda menemukan pola yang sesuai.

  • Persiapan alat
pada saat pemasangan karpet, ada beberapa peralatan yang digunakan seperti meteran,lem,pisau atau cutter dan beberapa alat tambahan lainnya.
  • bersihkan lantai
bersihkan seluruh permukaan lantai dari debu karena lantai yang berdebu akan menghambat kinerja lem terhadap lantai. Bila semua persiapan diatas sudah dilakukan maka tahap pemasangan karpet bisa dilakukan. tetapi sebaiknya jangan mempergunakan lem pada alas karpet terlebih dahulu, ini akan mempermudah anda melakukan perbaikan jika terjadi kesalahan pemasangan terlebih bentuk pola.


Contoh Pola Pemasangan Karpet Tile


Kelebihan Karpet Tile

  • Lebih lembut dan nyaman untuk dipijak.
  • Mudah dan cepat pemasangannya.
  • Mudah untuk dibersihkan.
  • Mudah diganti, jika terdapat kerusakan cukup diganti pada tempat tertentu saja tanpa mengganti atau melepas seluruh carpetnya.
  • Dapat digunakan pada aneka ruangan jika digunakan di rumah tinggal.
  • Aman dan tidak licin, mengurangi risiko jatuh karena terpeleset.
  • Menambah kedap suara pada ruangan.
  • Tersedia banyak macam motif dan warna yang bisa dikombinasikan
Share:

Tips Menjaga Karpet Masjid di Masa New Normal

Karpet masjid beberapa waktu lalu sempat menjadi polemic di kalangan warga muslim. Pasalnya selama masa pandemi, pemerintah sempat memberikan himbauan pada Pengurus Masjid untuk menggulung semua karpet yang ada di ruangan  masjid nya.

KARPET MASJID DI ZONA HIJAU

Setelah situasi telah dianggap kondusif dan kasus penularan Covid-19 dinyatakan menurun. Beberapa 

yang berada di zona hijau telah diperbolehkan menggelar karpet masjidnya kembali. Namun yang menjadi permasalahan sekarang ini adalah bagaimana cara menjaga agar karpet masjid tergelar tetap bersih dan steril?

Bererapa tips menjaga kebersihan karpet masjid di masa new normal:


RUTIN MEMBERSIHKAN KARPET MASJID

Tips pertama adalah dengan cara rutin membersihkan karpet. Untuk karpet masjid berbahan sintetis, anda bisa membersihkannya dengan mencuci dengan air dan sabun. Namun ada beberapa karpet masjid yang memerlukan perawatan khusus dan membutuhkan tenaga proesional untuk mencucinya.

Untuk karpet masjid berbahan Polypropylene, anda bisa membersihkannya dengan cara di vacuum cleaner agar dapat menjaga permukaan karpet tetap bersih dan kering, sehingga tumbuhnya jamur dan kuman dapat dicegah.


SEMPROT DENGAN DESINFEKTAN

Menyemprot permukaan karpet masjid dengan cairan desinfektan merupakan cara yang tak kalah efektif untuk membasmi kuman dan virus di permukaan karpet. Anda bisa menggunakan desinfektan yang dijual di toko-toko atau membuatnya sendiri agar lebih hemat.


CARA MEMBUAT DESINFEKTAN SENDIRI

Cairan desinektan pada umumnya dibagi menjadi dua jenis. Yang pertama adalah desinfektan berbahan dasar air dan yang kedua cairan desinfektan berbahan dasar alkohol (alcohol base).

Pada cairan desinfektan berbahan dasar air, anda bisa membuatnya sendiri dengan mudah. Caranya adalah dengan mencapurkan bubuk Chlorid dengan air suling/air mineral dengan perbandingan 1:200. Dengan kata lain untuk membuat 1 liter desinfektan, anda tinggal mencampur 5 mg Chloride dengan 1 liter air.

Untuk menjaga agar karpet masjid tebal tetap steril, anda bisa menyemprot permukaan karpet tiap selesai digunakan sholat berjamaah. Desinfektan berbahan dasar air tergolong aman meskipun sering digunakan. Sehingga anda tidak perlu ragu meskipun menggunakannya berulang-ulang.


SEDIAKAN HANDSANITIZER

Selain mensterilkan karpet masjid dengan cara mencuci dan menyemprot desinfektan, cara agar karpet masjid tetap bersih adalah dengan menjaga agar kuman dari luar tidak masuk kedalam masjid. siapkan handsanitizer di depan pintu masjid agar jamaah dapat mensterilkan tangannya sebelum masuk masjid. Dengan demikian kuman dan virus dari luar tidak akan ikut masuk ke dalam masjid..


TERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN

Menerapkan protokol kesehatan di rumah ibadah merupakan cara yang paling efektif untuk menjaga karpet masjid tetap bersih. Pastikan para jamaah masjid selalu memakai masker, mencuci tangan saat masuk masjid, dan menjaga jarak aman dengan jamaah lain.


CEGAH JAMAAH SAKIT MASUK MASJID

Pengurus masjid hendaknya melakukan tindakan agar lingkungan masjid selalu steril dari kuman dan virus, terutama virus penyakit. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan oleh pengurus masjid adalah dengan mencegah jamaah yang sakit masuk ke area masjid atau menempelkan sebuah himbauan diteras masjid agar jamaah mengetahui protokolnya. 

Pengurus masjid dapat mengecek suhu tubuh tiap jamaah yang hendak masuk masjid. Pengurus masjid juga hendaknya menghimbau kepada seluruh jamaah agar lebih sadar dan patuh terhadap protokol kesehatan.


PENCEGAHAN COVID-19 DI RUMAH IBADAH

Perlu adanya kerjasama antara pengurus masjid dan para jamaah. Jamaah harus sadar diri dan tidak memaksakan beribadah ke masjid jika dirasa kurang enak badan atau sakit.

Jika Pengurus Masjid dan para jamaah dapat bekerja sama dengan baik, maka area masjid yang steril dan bersih pastinya dapat diwujudkan. Dengan keadaan lingkungan masjid yang bersih serta karpet masjid yang steril diharapkan dapat mencegah penularan Covid-19 serta penyakit lainnya di lingkungan rumah ibadah.


Demikian tips menjaga kebersihan karpet masjid di masa new normal. Semoga dapat diterapkan di lingkungan masjid anda.


Semoga berguna dan bermanfaat bagi DKM Masjid/Musholla.

Share:

MENGENAL LEBIH JAUH TENTANG KALENDER HIJRIAH



Kalender Hijriah merupakan sistem penanggalan dalam Islam yang berkaitan dengan ibadah dan hari-hari besar dalam Islam. Berkaitan dengan ibadah misalnya adalah menentukan awal dan akhir Ramadhan, menentukan waktu ibadah haji dan hari Arafah, serta menentukan tanggal 9 dan 10 Muharram (Tasu'ah dan Asyura).

Sementara yang terkait dengan hari besar adalah untuk menentukan hari raya Idul Fitri atau Idul Adha, Maulid Nabi, dan tahun baru Hijriah.

Berbeda dengan tahun masehi yang sistem penanggalannya menentang pada revolusi bumi, pada tahun Hijriah sistem penanggalannya sendiri pada revolusi bulan, atau perputaran bulan berganti bumi. Oleh sebab itu tahun Hijriah disebut juga dengan tahun Qamariah, yang berarti rembulan.

Sejarah Tahun Hijriah islam

Tahun Hijriah baru ditetapkan 6 tahun setelah wafatnya Rasulullah SAW. Sebelumnya pada zaman Rasulullah atau zaman pra-Islam, masyarakat Arab menggunakan referensi peristiwa-peristiwa penting sebagai tahun. Misalkan tahun Fijar, untuk menamai tahun yang bertepatan dengan mempercepat perang Fijar.

Tahun Gajah, untuk tahun kompilasi Raja Abrahah bergabung bersama bergajahnya menyerang Ka'bah. Oleh sebab itu tahun lahirnya Nabi Muhammad disebut sebagai tahun Gajah, karena terjadi setelah penyerangan pasukan bergairah raja Abrahah.

Tahun Hijriah baru ditetapkan pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab. Tepatnya pada tahun 638 Masehi. Hal tersebut bermula kompilasi muncul Konfirmasi perbendaharaan Negara. Pada waktu itu dokumen-dokumen Negara serta surat-surat penting Negara tidak tertera tahun penulisannya.

Membuat hal tersebut menyulitkan para pejabat Negara untuk menentukan kapan saja dokumen dan surat-surat yang dibuat.

Khalifah Umar Bin Khattab kemudian mengumpulkan pejabat-pejabat dan tokoh-tokoh penting untuk membahas pemilihan tahun dan sistem kalender dalam islam.

Beberapa tokoh menyetujui kelahiran Nabi Muhammad sebagai acuan awal tahun baru islam. Sebagian lagi diusulkan wafatnya nabi Muhammad sebagai acuannya. Namun kedua usul tersebut ditolak oleh Khalifah Umar bin Khattab.

Alasan ditolaknya kedua usul tersebut adalah karena Khalifah Umar bin Khattab ingin menghindari Tasyabuh. Jika menjadikan kelahiran Nabi Muhammad sebagai awal tahun islam, maka hal ini menyebabkan umat Nasrani yang menjadikan kelahiran Nabi Isa atau Almasih sebagai awal tahun Masehi.

Namun jika membuat wafatnya Rasulullah sebagai acuannya, maka hal tersebut menyebabkan kaum majusi yang menjadikan raja kematian mereka sebagai acuan penentuan tahun.

Setelah melalui berbagai musyawarah dan diminta tentang titik acuan dimulainya penanggalan kalender Islam. Akhirnya diputuskan dari hijrahnya, Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah menjadi tahun pertama dalam kalender Islam.
Oleh karena itu kalender islam disebut dengan kalender Hijriah yang diambil dari kata Hijrah. Dengan adanya Kalender Islam ini maka peristiwa Hijrah Nabi Muhammad terjadi pada tanggal 2 Rabiul Awal tahun 1 Hijriah.

Perbedaan Tahun Hijriah dan Masehi

Pergantian Hari

Cara menentukan hari pada kalender hijriah berbeda dengan kalender masehi. Jika pada kalender masehi dihitung pergantian hari lewat 00.00 malam, maka berbeda dengan kalender hijriah, maka pergantian hari dimuai sejak matahari terbenam atau pada waktu maghrib.

Penentuan Tahun Kabisat

Perbedaan antara tahun hijriah dan tahun masehi yang kedua adalah cara menentukan tahun kabisat. Jika dalam kalender masehi, tahun kabisat adalah tahun yang habis dibagi 4. Contoh tahun 2016 habis jika dibagi 4, maka 2016 adalah tahun kabisat. Sementara dalam kalender hijriah, tahun kabisat adalah tahun yang dikumpulkan dibagi 30 maka memiliki sisa 2, 5, 7, 10, 13, 15, 18, 21, 24, 26, atau 29. Contoh 1409: 30 = 46 sisa 29.

Nama Bulan Dari Zaman Pra-Islam

Pemberian nama-nama pada kalender hijriah bukan ditentukan oleh Khalifah Umar bin Khattab seperti penetapan tahun hijriah. Akan tetapi nama-nama bulan tersebut sudah ada jauh sebelum Nabi Muhammad lahir. Pemberian nama-namma tersebut berdasarkan kondisi alam di Arab dan kebiasaan masyarakat Arab pada bulan-bulan tersebut.

Arti Nama bulan

Lebih orang lebih dari hafal nama-nama bulan dalam kalender Masehi dari bulan dalam kalender Hijriah. Nama bulan dalam kalender masehi diambil dari nama-nama Dewa Yunani dan Romawi, sebagai contoh Januari diterima dari kata Janus, yang merupakan nama salah satu Dewa dalam mitologi Romawi.

Berbeda dengan bulan pada kalender masehi yang diambil dari nama-nama dewa, nama-nama bulan dalam tahun baru Hijriah diambil dari kebiasaan masyarakat Arab dan lingkungan di Arab pada bulan-bulan tersebut ..

Berikut adalah nama-nama bulan dalam kalender hijriah ikut artinya:

1. Muharam

Muharam merupakan bulan pertama dalam kalender hijriah. Karena berasal dari kata Haram, karena pada bulan ini diharamkan melakukan perang.

2. Shafar

Shafar satu suku kata dengan kata Shifr [صفر] memiliki arti kosong. Pemuda-pemuda yang merantau, membuat rumah-rumah mereka kosong. Oleh karena itu bulan kompilasi para pemuda dan masyarakat arab disebut dengan bulan safar.

3. Rabiul Awal

Rabiul Awal artinya dari kata al-Irtibaa 'jamaknya Arba' yang berarti musim semi. Rabiul Awal berarti awal musim semi

4. Rabiul Akhir

Sementara Rabiul akhir berarti akhir musim semi.

5. Jumadil Ula / Awal

Jumadil Ula berasal dari kata Jumada dan Ula. Jumada berarti pembekuan udara, dan Ula memiliki arti awal. Karena pada bulan ini udara sangat dingin seperti membeku. Dikatakan demikian karena bulan ini adalah musim panas, yang karena saking panasnya, air bisa saja membeku, artinya kekeringan.

6. Jumadil Akhir

Jumadil Akhir memiliki arti pembekuan air yang terakhir.

7. Rajab

Kata Rajab berasal dari kata Tarjib jamaknya Arjaba yang memiliki arti pengagungan.

8. Sya'ban

Kata Sya'ban berasal dari kata Sya'abiin yang memiliki bermacam-macam suku. Karena pada bulan ini banyak sekali suku-suku yang berperang.

9. Ramadhan

Ramadhan berasal dari kata Ramidhat. Ramidhat memiliki arti onta yang kehausan. Pemberian nama ini karena pada bulan ini sangat panas sehingga onta-onta kehausan.

10. Syawwal

Syawwal diterbitkan dari kata syawwiil yang berarti onta yang dapat ditingkatkan. Yang disetujui Onta menaikkan ekor adalah onta kawin, karena pada bulan ini merupakan musim onta kawin.

11. Dzulqa'dah

Kata Dzulqa'dah berasal dari kata Dzawal Al-Qa'dah yang berarti istirahat berperang. Pemberian nama tersebut pada bulan ini suku-suku pulang dari melakukan perang.

12. Dzulhijjah

Berasal dari kata Dzawal al-Hajjah. Haji berarti berhaji, diarenakan pada bulan ini orang-orang berangkat berhaji.

Jumlah Hari Dalam Setahun

Perbedaan kalender Masehi dan Hijriah yang dihitung berdasarkan jumlah hari dalam satu tahun. Jika jumlah hari dalam setahun ditransfer 365-366 hari, maka berbeda dengan kalender hijriah yang hanya memiliki 354-355 hari dalam penambahan. Perbedaan ini disebabkan Tahun Masehi membahas pada Revolusi Bumi melawan matahari, sedangkan Tahun Hijriah memutuskan pada Revolusi bulan terhadap bumi.

Oleh karena itu tahun masehi disebut juga dengan tahun Syamsiah, sedangkan Tahun Hijriah disebut juga dengan Tahun Qamariyah.
Share:

7 AMALAN SUNNAH DIBULAN DZULHIJJAH


Bulan Dzulhijjah adalah bulan terakhir dalam kalender Hijriah. Dalam agama Islam bulan Dzulhijjah merupakan bulan yang mulia Karena termasuk salah satu bulan Haram (kemuliaan).

Allah SWT berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةً ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.(QS: At-Taubah:36)

Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim, Nabi Muhammad menjelaskan tentang bulan Haram tersebut:

“Sesungguhnya zaman ini telah berjalan (berputar), sebagaimana perjalanan awalnya ketika Allah menciptakan langit dan bumi, yang mana satu tahun ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram, tiga bulan yang (letaknya) berurutan, yaitu Dzulkaidah, Dzulhijah, dan Muharam. Kemudian Rajab yang berada di antara Jumadil (Akhir) dan Syaban.” (HR: Bukhari dan Muslim)

Ternyata ada beberapa amalan istimewa yang Allah cintai pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Apa saja? Catat dan amalkan yuk.

1. Perbanyak amal shalih.

Sesungguhnya amal shalih dicintai oleh Allah Ta’ala. Dan ini pasti akan memperbesar pahala di sisi Allah Ta’ala. Maka barangsiapa yang tidak memungkinkan melaksanakan haji, maka hendaknya dia menghidupkan waktu-waktu yang mulia ini dengan ketaatan-ketaatan kepada Allah Ta’ala berupa shalat, membaca Al-Qur’an, dzikir, doa, shadaqah, berbakti kepada orang tua, menyambung tali persaudaraan, memerintahkan yang baik dan melarang yang munkar, dan berbagai amal baik dan ketaatan.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

مامِن أيامٍ العملُ الصالحُ فيها أحبُّ إلى اللهِ من هذه الأيامِ يَعْني أيامَ العشرِ قالوا: يا رسولَ اللهِ! ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجلٌ خَرَجَ بنفسه ومالِه فلم يرجعْ من ذلك شيء

“Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya : Ya Rasulullah! walaupun jihad di jalan Allah? Sabda Rasulullah: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya (menjadi syahid),” (HR Bukhari)

Sumber : https://bit.ly/3gDR9jphttps://bit.ly/31SQeHr

2. Perbanyak takbir, tahlil, tahmid, dan tasbih.

Allah Ta’ala berfirman,

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَّعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ

“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak.” (QS. Al-Hajj: 28) Menurut Juhmur ulama, makna al-ayyam al-ma’lumat adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, sebagaimana yang diriwatkan dari Ibnu Abbasradhiyallaahu 'anhuma, “Al-Ayyam al-Ma’lumat: Hari sepuluh."

Salah satu bentuk kalimat takbirnya adalah:

الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله، والله أكبر ولله الحمد

Dan masih ada lagi bentuk takbir yang lain.

3. Disunnahkan mengeraskan takbir, tahmid, tahlih dan tasbih.

Di setiap tempat yang dibolehkan untuk dzikrullah disunnahkan untuk menampakkan ibadah dan memperlihatkan pengagungan terhadap Allah Ta’ala. Kaum laki-laki mengeraskannya sementara kaum wanita melirihkannya.

4. Berpuasa.

Seorang muslim disunnahkan berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah karena Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam sangat menganjurkan untuk beramal shalih pada sepuluh hari ini, dan puasa salah satu dari amal-amal shalih tersebut.

Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam melaksanakan puasa 9 Dzulhijjah. Dari Hunaidah bin Khalid, dari istrinya, dari sebagian istri Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ تِسْعًا مِنْ ذِي الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنْ الشَّهْرِ وَخَمِيسَيْنِ

“Adalah Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam melaksanakan puasa 9 Dzulhijjah, hari ‘Asyura, dan tiga hari setiap bulan serta senin pertama dari setiap bulan dan dua hari Kamis.” (HR. Al-Nasai dan Abu Dawud. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani Shahih Abi Dawud: 2/462)

5. Berkurban.

Di antara amal shalih pada hari yang kesepuluhnya adalah mendekatkan diri kepada Allah dengan menyembelih hewan kurban yang gemuk dan bagus, dan berinfak di jalan Allah Ta’ala.

6. Melaksanakan haji dan umrah.

Sesungguhnya di antara amalan yang paling utama untuk dikerjakan pada sepuluh hari ini adalah berhaji ke Baitullah al-Haram.

Maka siapa yang diberi taufik oleh Allah untuk melaksanakan haji ke Baitullah dan melaksanakan manasiknya sesuai dengan ketentuan syariat, maka dia mendapatkan janji –Insya Allah- dari sabda Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam, “Haji yang mabrur ridak ada balasannya kecuali surga.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

7. Taubat Nasuha.

Di antara yang sangat ditekankan pada sepuluh hari ini adalah bertaubat dengan benar-benar (taubatan nasuha), meninggalkan perbuatan maksiat dan melepaskan diri dari seluruh dosa.

Taubat adalah kembali kepada Allah Ta’ala dan meninggalkan apa saja yang dibenci-Nya yang nampak maupun yang tersembunyi sebagai bentuk penyesalan atas perbuatan buruk yang telah lalu, meninggalkan seketika itu juga, bertekad untuk tidak mengulanginya, dan beristiqamah di atas kebenaran dengan melaksanakan apa-apa yang dicintai oleh Allah Ta’ala.

Semoga kita tergolong sebagai hamba-hamba Allah yang bisa kontinyu dan istiqamah dalam beribadah kepadaNya. Memanfaatkan setiap kesempatan yang telah disediakan untuk memanen pahala. Sehingga kita datang kepada Allah dengan membawa bekal yang cukup dan memiliki modal yang memadai untuk memasuki surga-Nya yang amat indah dan menyenangkan.
Share:

Chat Kami